Tampilkan postingan dengan label Guru anakku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru anakku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 April 2008

Bersama keluarga Salim Assagaf




Bersama keluarga Salim Assagaf
Menilik namanya aja pasti di benak kita adalah komunitas Arabian. Dan ini memang tak terbantahkan. Kami-kami yang bukan Arab menjadi ”minoritas”, yang kadang hanya senyum-senyum sendiri karena kok kami bisa ”terdampar” di keluarga ini.

Tapi tentu ini tak masalah, karena abahnya Ima serta umi sangat baik dengan kami, begitu juga dengan saudara-saudara Ima (kak Erik, kak Ida,Kak Fahi,kak Fami dan dik Al). Semuanya ok banget....dan kami bisa membaur. Hanya akhirnya kami mendapat tugas untuk ”mengawal” Ima keman-mana. Jika kami yang izin untuk keluar dengan Ima, pasti diizinkan. Jadi sering sekali demi Ima kami harus susah-susah payah izin ke kakak-kakak Ima biar Ima bisa keluar di luar jam kuliah.

Umi memang mendidik anak-anaknya dengan ketat, waktu sholat, saat mengaji dan kuliah semua selalu dalam pantauan, sehingga memang terbukti keluarga Ima semua sukses di bidang masing-masing.

Sebagai keluarga muda, tentu ada yang bisa kita ambil dari pola didik umi, tapi tentu tidak semuanya karena zaman telah berganti.

Kamis, 17 April 2008

Bu Sawitri


Vansa dengan Bu Sawitri,
Kepergian bu Sawitri menjadi kepedihan yang mendalam bagi Vansa. Semua kenangan disimpan rapi, termasuk surat berita kematian yang dikeluarkan oleh sekolah.

Vansa memang dekat dengan bu Sawitri, karena selama 2 tahun menjadi wali kelas, juga sepertinya bu Sawitri mengenal betul karakter Vansa dan bisa merebut hatim Vansa. Bu Sawitri dengan telaten meluluhkan hati Vansa yang “keras” dan mengikis keegoan Vansa.

Vansa terakhir bersama bu Sawitri saat acara kemah di Prambanan, Vansa sempat foto bareng, dan mungkin foto ini sebagai foto perpisahan Vansa dengan bu Sawitri.
Selamat jalan bu Sawitri, semoga amal serta kebaikan ibu kepada Vansa, berbalas berlipat-lipat oleh Allah SWT, amien……………

Sabtu, 29 Maret 2008

Selamat Jalan Bu Sawitri


Bu Sawitri…. Selamat jalan…
Tak banyak yang saya katakana kecuali doa dan harapan semoga Bu Sawitri diterima di sisiNya….
Kabar yang saya terima begitu mengejutkan, dan saya sudah berjanji dengan anak-anak, setiba dari Jakarta kami akan menengok ibu, tetapi ternyata Allah berkehendak lain.

Terlalu banyak jasamu menghantarkan anak-anakku Muhammad Salsabil Lasarik, Maryvansaby Vitrua Lasarik, Malica Caysary Lasarik menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah…ini menjadi amal jariayah yang takkan terputus.

Aku berharap amal kebaikanmu menghantarkanmu pada sisi Allah SWT..
Sekali lagi, selamat jalan bu Sawitri….
Doa kami bersamamu selalu......
Amien.....