Tampilkan postingan dengan label Nostalgia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nostalgia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2008

BARU PUNYA ABIL


Ini perjalanan awal rumah tangga saya, baru punya anak pertam (Abil), tapi saat itu kami harus "pisah" karena saya tugas di Manado, dan suami saya di Yogya. Kami bertemu setiap 3 bulan, saling gantian datang. Alhamdulillah saat itu pimpinan saya di kantor memaklumi jika saya harus izin ke Yogya.

Karena pisah seperti ini membuat Abil sangat dekat dengan opanya, saudara laki-laki saya sebagai "sosok bapak", jika mereka bertamu, maka Abil sangat manja dan bergelayutan manja. Hal ini membuat saya segera mengurus proses mutasi. Dan alhamdulillah, walau teman-teman masih harus melaksanakan tugas "di luar jawa" saya sudah bisa "masuk jawa".

Kamis, 08 Mei 2008

Budi dengan Ima dan Lily




Aku dan Ima adalah dua sosok yang sangat berbeda, dan Budi tau itu....!!! Makanya Budi juga memperlakukan kami berbeda.
Aku ingat betul....jika kami curhat, pada saya Budi bisa bicara to the point, tapi pada Ima kadang Budi harus "muter-muter" mencari kata yang tepat sehingga bisa diterima Ima dengan lapang dada dan dengan target Budi bisa tercapai.
Dan itu tak berubah sampai sekarang, setelah kami 21 tahun bersama

Senin, 05 Mei 2008

Saat Wisuda







Alhamdulillh.....kami bisa bersama-sama wisuda, hal yang menjadi impian sejak awal kuliah. Walau di hati kami ada kesedihan yang begitu dalam, karena tidak bisa bareng dengan mas Hano. Tapi tentu di balik semuanya ada hikmah yang tersembunyi, ketika mas Hano wisuda justru kami semua bisa hadir dan kumpul di rumah mas Hano di Mancasan- Condong catur dan selalu disuguhi ibu dengan makanan lezat buatan ibu yang memang sudah kesohor enaknya. (Mas Hano mana foto wisudanya? Aku tambahkan posting disini..... )

Sabtu, 03 Mei 2008

Telegram di hari menjelang pernikahan


Kedekatan kita dengan orang lain, hanya kita dengan orang itu yang tahu, termasuk juga apa yang menurut kita ingin kita sampaikan atau ingin kita sembunyikan.
Seperti telegram ini, mengucapkan selamat wisuda ke saya, tapi sama sekali tak mengabarkan bahwa 2 hari lagi mas Adib akan menikah, hehe….mas Adib…mas Adib….teganya!!

Jumat, 02 Mei 2008

Rumah Jln Timoho No 130 Yogyakarta




Inilah rumah kontrakanku saat kuliah, walau rumahnya sederhana, tapi letaknya sangat strategis di depan jalan besar. Sehingga menjasi base camp bagi kami dan teman-teman untuk kumpul-kumpul, belajar bersama dan juga menjadi tujuan teman-teman jika datang ke Yogya.

Saya tinggal bersama adikku Enny dan saudara sepupu Rusli dan Nua. Kami membawa pembantu dari Manado, sehingga setiap hari terhidang makanan yang sesuai dengan selera kami.
Rumah ini betul-betul menyenangkan.....dan banyak kenangan yang tersimpan di rumah ini. Sampai sekarang rumah ini masih dengan bentuknya yang dulu, walau sekarang di halaman depannya sudah didirikan kios.

Masuk bareng keluar bersama




Suratan hidup seseorang adalah kuasa sang Khaliq. Saat masuk kuliah di FH UII angkatan 1987,kami mulai saling mengenal, kemudian menjadi akrab, melewati masa-masa kuliah selalu bersama. Dan akhirnya kami menyelesaikan kuliah bersama. Sekarang kami semua telah terpencar, dengan profesi masing-masing. Foto ini kami ambil sore hari saat selesai wisuda dan kami sengaja ke kampus untuk foto-foto bersama. Makanya yang putri-putri sengaja menggunakan jilbab, karena sudah tidak tahan dengan sanggul dipakai saat wisuda pagi hari. Kampus kenangan......kampus fakultas Hukum UII, jln Taman Siswa Yogyakarta


Saat Ulang Tahun


Sebagian dari kita memang menganggap hari ulang tahun adalah momen yang spesial, oleh karena itu layak untuk dirayakan atau paling tidak kita memberi ucapan selamat ulang tahun.
Ulang tahun saya kemarin dibuatkan pesta ultah oleh teman-teman MHB UGM, waah....betul-betul surprise!! Terima Kasih teman-teman.... Dewi,Nina, Ivana, Kikis, pak Herry,pak Agung, Adit, Dwi, dll.
Dan saya juga masih menyimpan ”telegram indah” dari Ima sahabatku, pada tahun 1993 saat mengucapkan ulang tahun. Makasih ya Ima....sayang telegram indah sekarang sudah menjadi kenangan karena telah tutup usia, digantikan dengan sms yang tentunya lebih praktis.


Ini juga telegram dari mami dan papi saat ulang tahun.Mami memang selalu memperhatikan tiap kami ulang tahun, dan tak pernah melupakan untuk selalu memberi ucapan. Terima kasih mam.....

Kamis, 01 Mei 2008

Kenangan bersama keluarga Budi


Semasa kuliah, rasanya kami ingin selalu bersam, termasuk saat ke Semarang, kami sempatkan untuk bersilaturahmi ke ibunya Budi. Sosok wanita tangguh yang telah menghantarkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang sukses, sehingga menjadi dianugerahkan sebagai ibu teladan nasional

Sebagai orang muda, kami banyak belajar dari beliau, bagaimana sebagai seorang janda, bisa membesarkan ke 8 anak, menjadi orang orang-orang sukses, peran beliau di masyarakat juga sangat menonjol. Kami salut dan menaruh hormat, dan mencoba menjadikannya sebagai suri tauladan

Lily dan Toga


Saat kuliah dulu, rasanya tak terbayangkan kalau akhirnya toga menjadi pakaian ”keseharian” saya dalam menjalankan tugas.

Ya....saat mengikuti Kartikum (Karya Latihan Hukum) betapa ”bangganya” bisa memakai toga, memerankan diri menjadi hakim. Dan ternyata ini berkelanjutan, suratan takdir menjadikan toga sebagai pakaian sehari-hari.

Cerita Dari Saketa



PUSKESMAS SAKETA

Nama Saketa, sejak kecil sampai aku kuliah rasanya belum ada dalam memori saya. Tapi kemudian menjadi sangat akrab dan melekat karena kemudian mas Adib ditugaskan di puskesmas Saketa, kecamatan Gane Barat kab Maluku Utara (sebelum Maluku Utara menjadi propinsi tersendiri). Awalnya saya harus menelusuri satu demi satu nama daerah di kepulauan Halmahera, alhamdulillah.....akhirnya ada juga nama Gane tertulis di peta.


Dan tentunya, peta tak bercerita banyak tentang Saketa, cerita tentang Saketa banyak saya dapatkan melalui surat-surat yang dikirim dari mas Adib. Bagaimana sepinya Saketa, cerita tentang televisi pertama masuk ke Saketa, jalanan yang ditumbuhi rumput selutut, pantai sebagai WC terpanjang, dll. Dan saya sangat menikmati surat-surat itu walau baru sampai di tangan saya 2 minggu setelah dikirim.


Entah bagaimana kabar puskesmas Saketa sekarang, karena sudah tidak ada lagi surat-surat yang saya terima dari Saketa.........

Selasa, 29 April 2008

Liburan Pertama Bersama


Liburan ke Bandung
Baru kuliah satu smester dan langsung dapat teman akrab, maka kami langsung menyusun acara liburan ke Bandung. Kebetulan Pak Wisnoe Said (bapaknya mas Hano) bertugas di bandung. Maka jadilah kami semua menginap di rumah mas Hano. Mungkin saat itu saking lugunya gak mikir “pantas tidak pantas” nginap di rumah teman laki-laki. Atau memang karena kami sudah sangat akrab, jadi perasaan risih itu tidak ada.

Waah….di Bandung, kami dijamu ibu (ibu Wisnu) sebagai anak sendiri, dimasakkan apa yang kami inginkan. Tapi ya itu……saking doyannya aku juga gak kebagian carang gesing karena sudah dihabiskan mas Hano, padahal aku capek-capek dengan ibu ke pasar belanja bahan makanan. Huuh….. nyesel bangeeet deh!! Dan sampai sekarang ini selalu aku ulang-ulang ke mas Hano. Hehe….Liburan ke Bandung
Baru kuliah satu smester dan langsung dapat teman akrab, maka kami langsung menyusun acara liburan ke Bandung. Kebetulan Pak Wisnoe Said (bapaknya mas Hano) bertugas di bandung. Maka jadilah kami semua menginap di rumah mas Hano. Mungkin saat itu saking lugunya gak mikir “pantas tidak pantas” nginap di rumah teman laki-laki. Atau memang karena kami sudah sangat akrab, jadi perasaan risih itu tidak ada.



Lesehan di Malioboro


Lesehan di Malioboro
Ini suasana lesehan di Malioboro sekitar tahun 1989. Sangat ramai dan melegenda. Setiap tamu yang datang ke Yogya, selalu aku ajak lesehan di Malioboro dan tentu hampir semua yang ke Yogya ingin juga merasakan lesehan malioboro.

Sayangnya sekarang lesehan malioboro semakin sepi, karena pernah “diracuni” dengan harga yang gila-gilaan di luar kewajaran. Akhirnya semua kena imbasnya. Pedagang banyak yang gulung tikar. Entah apa masih bisa lesehan di Malioboro jaya kembali.(Foto dengan teh Neli, teman-teman dari Bandung waktu ke Yogya

Sabtu, 26 April 2008

Mas Hano dan selera makan



Kalau bicara tentang makanan, untuk lingkaran saya mas Hano ini mungkin bisa jadi referensi yang handal. Makanya tak perlu heran, berat badannya gak pernah di bawah 50 kg!! Hehe.... Dan ini sudah berjalan lama, sejak kami kuliah di fakultas Hukum UII. Hanya sayangnya saat itu dengan dompet "mahasiswa" kita pun berburu makanan yang kelas mahasiswa.
Kalau ukuran "porsi" makanan, tentu sesuai dengan kapasitas "tank"nya kan? Makanya, sering kami pergi makan bareng, dan mas Hano dengan porsi ganda, hehe... Aku pernah sekali "nambah" dan mas Hano tidak nambah (karena barusan makan), e.....cerita itu "diulang-ulang" sampai sekarang. Andai itu kaset, tentu sudah kendor pitanya karena seringnya cerita itu diulang-ulang. Makanya kalau sekarang ketemu dan ada acara makan-makan,saya mau nambah aja, biar lagu lama diganti dengan lagu yang terbaru. Hehe... Tapi sudah beberapa kali makan bareng, saya gak sempat nambah atau bahkan gak makan, jadi mas Hano masiiiiih aja dengan lagu lamanya. Apes deh!! hehe...

Aneka Bakso di Borobudur plaza

Borobudur plaza, tempat ini dari tahun ke tahun berganti warna dan berganti "dagangan", mulai bakso, kemudian bakmi, bakery, dan sekarang telah menjadi tempat penjual hp. Saya masih menyimpan sebuah foto di tahun 1988, saat makan bakso dengan mas yayak, Eny, Ima dan Yoyok.

Menikmati Parangtritis dari Bukit

Siapa tak mengenal parang tritis dengan pantainya yang eksotis tapi juga sangat membahayakan. Ternyata menikmati parangtritis tak harus dari tepian pantainya, karena kita bisa menikmatinya dari bukit-bukit sebelah utara parangtritis.
Sangat indah...karena kita bisa memandang parangtritis dari ujung ke ujung dan juga tentunya aman karena tidak takut disapu ombak!!
(Foto diambil tahun 1990, dengan Budi,Ima dan Endah)

Kamis, 24 April 2008

Makam keluarga oma dan opa


Opa Yus Yustinus Korinus, lahir tanggal 12 Juni 1906 dan meninggal tanggal 31 Maret 1974, sedangkan oma Louise Paulina Parengkuan, lahir tanggal 12 Maret 1905 dan meninggal tanggal 19 Juni 1990.Keduanya dimakamkan dalam satu "tugu",sehingga "berdampingan".

Ketika opa meninggal, saya masih kecil, masih 5 tahun. Tapi saya masih ingat, berhari-hari opa disemayamkan,kemudian dimakamkam, dan hampir tiap hari kami mendatangi makam opa, dengan tidak lupa membawa "makan" untuk opa. Yang akhirnya kami cucu-cucu jika ingin makan, maka kami harus "meminta" pada opa. Saya ingat betul, waktu itu kami selalu membawa makanan kesukaan opa, yang juga kebetulan kesukaan kami cucu opa. Maka sesaat setelah makan opa tadi diletakkan di kuburan, kami juga langsung "meminta" pada opa.Hehe....

Kebiasaan mendatangi makam ini tetap dipertahankan oma dan saya termasuk paling sering diajak, karena saya sangat dekat dengan oma. Maklum tanggal lahir kami hanya selisih sehari. Setiap ada moment-moment tertentu, oma selalu mengajak saya untuk ke kubur. Saat opa ulang tahun, dan saat natal itu sudah menjadi kewajiban.

Akhirnya, saya punya kedekatan dengan makam oma dan opa. Setiap pulang Manado, rasanya saya harus juga menyempatkan diri untuk mendatangi makam mereka. Sekarang makam itu semakin penuh, karena 3 kakaknya mami telah dimakamkan di situ, termasuk juga keluarga oma dan opa. Kelak kami semua juga akan dimakamkan disana.

Kamis, 17 April 2008

Teras Mesjid Pabelan,


Teras Mesjid Pabelan,
Saat menjadi santri, tentu rasanya kita gak bisa duduk santai apalagi “mejeng” untuk foto. Tapi setelah keluar dari Pabelan, rasanya sudah tak ada lagi rasa “tidak nyaman” itu, kita bisa bebas untuk duduk dan ngobrol dengan “santri putra” .
Teras mesjid ini sering dipakai untuk Khutbah Wada', Khutbah Iftitah dan banyak kegiatan lainnya. Terasa nyaman jika duduk-duduk disini, karena berhadapan dengan halaman luas, disampingnya ada kolam, dan arsiteknya terbuka, jadi jika sholat, tak perlu merasa panas.

Foto diambil saat hahal bil halal (bulan Syawal) pada tahun 1987 (kak Badar, Adi Umar,Lily, Alfiah dan Ahmad Ibrahim)

Rabu, 16 April 2008

Nonton Bareng



























Yk, 26 Desember 1991

Foto ini tak terlalu banyak makna bagi orang lain, tapi tidak bagiku.
Ini sebagai "mile stone" bagi saya pribadi, karena terlalu banyak hal yang kemudian berpengaruh dalam hidup ku.

Kami menonton film "smlie before dying",yang bercerita tentang pasangan kembar anak konglomerat pemilik perusahaan Evergreen, yang dibunuh pacarnya dilempar dari lantai atas. Saudara kembarnya yang membongkar kasusnya.(Ini menurut mas Adib, karena aku sendiri lupa judul filmnya apalagi jalan ceritanya)

Sayang waktu itu mas Hano gak ikut (enatah kemana den Bagus Hano saat itu), dan kami nontonpun di luar rencana, sehingga saat kumpul-kumpul di rumahku, kemudian kami rencanakan nonton bareng di Twenty one gedung Hero.

Sayang, Twenty One/Gedung Hero nya terbakar, tapi kenangan nonton bareng ini tak ikut terbakar karena masih selalu ada dalam hati kami masing-masing (Ima, Budi,Yoyok, Lily dan mas Adib)

Menengok mas Hano KKN


Bukit Patuk, Gunung Kidul, Medio 1991

Kami menengok mas Hano yang lagi KKN di Gunung Kidul. Inilah hikmahnya kalau KKN di waktu berbeda. Waktu aku, Budi dan Ima KKN, waktunya bersamaan, jadi walau 1 kabupaten, tetangga kecamatan, tidak bisa saling kunjung-mengunjungi. Maka saat mas Hano KKN, kami bisa menengok di lokasi KKNnya.

E....gak taunya di sana ada Yuniko. Ya...jadi tambah seru deh!! Jadi sebenarnya kami dua
rombongan berbeda, tapi bisa jadi rame dan asyik, kare
na bisa kenalan dengan "calon ipar", hehe.... Sayangnya ternyata Kuasa Illahi merubah semuanya. Yuniko yang diharapkan menjadi jodoh mas Hano, harus kandas di tengah jalan.


Tapi, bagaimanapun, kami bahagia pernah dikenalkan dengan seorang wanita bernama Yuniko yang penuh kesabaran
dan ketelatenan bersahabat dengan mas Hano, yang kami sendiri kadang megab-megab menjalaninya, hehe....(mas Hano gak boleh protes kalau baca ini, karena seperti inilah yang kami rasakan, hayooooo!!!) hehe...

Entah Yuniko sekarang berada dimana, tapi saat mereka berdua bersama, ada aturan yang jelas, aku dan Ima gak boleh dicem
buruin, karena kami berempat adalah "sahabat semuhrim", hehe....tak boleh ada ketertarikan selain sahabat. Pacaran menjadi kata "haram"bagi kami. Alhamdulillah ini tetap kami jalani sampai sekarang. Suami dan istri dari kami tak boleh cemburu dengan "persahabatan semuhrim ini"