Tampilkan postingan dengan label Keluarga Kerabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Kerabat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Agustus 2008

LENGKAPLAH DENGAN CAYSA DAN ATHIB


Kebahagiaan kami semakin sempurna dengan lahir anak ketiga pada tanggal 9 Desember 1999. Oleh kami diberi nama Malica Caysary Lasarik, biasa dipanggil Caysa. Ada tambahan keluarga di tengah-tengah kami, Athib, anak adik saya tapi ikut sejak kecil. Sampai sekarang Athib masih bersama-sama kami.

Selasa, 27 Mei 2008

aku dan omaku

Hubunganku dengan oma sangat erat, terasa sekali oma menyayangiku, dan menjadipendampingku saat suka maupun duka.
Sampai saat ini walau oma telah meninggalkanku selama 19 tahun, tapi terasa masih selalu berada di hatiku.
Oma, semoga oma damai di surga....

Senin, 12 Mei 2008

Foto Pernikahanku


Mas Hano, ini foto pernikahan di Manado, hehe.....seperti datuk maringgih ya?.... Ini aku kirim lewat posting, karena aku coba kirim lewat email kok lama sekali. Ah....anggap aja ini promosi pakaianpengantin adat bugis ya???

Kamis, 08 Mei 2008

Manado kota bahari



Rasanya kalau ke Manado belum lengkap kalau belum ke pantai, paling tidak makan-makan di resto pinggir pantai yang memanjang sepanjang pantai malalayang. Rasa makanannya enak dan di dukung suasana yang indah karena pemandangan laut terbentang luas, membuat betah berlama-lama. Manado memang layak menjadi kita bahari

ice cream "klangenan"



Sepertinya di tiap kota punya tempat minum ice cream ”tempoe doeloe”,misalnya di Jakarta, di Semarang, di Surabaya dan di Yogya, pemiliknya sengaja tidak merubah interior sehingga kesan ”tempoe doeloe” masih sangat kental.
Soal rasa memang jelas mak nyusssss......

Senin, 05 Mei 2008

Siapa Yang di Belakang?


Beginilah nasibnya "big size", hanya menuh-menuhin "space" untuk motret. Makanya mas Hano cukup "ndesel" di belakang Ima, biar bisa terekam di kamera. Hehe..... Bravo mas Hano....tapi sekarang lebih "kurusan" dikit ya..... Selamat-selamat deh!!!

Jumat, 02 Mei 2008

Saat Ulang Tahun


Sebagian dari kita memang menganggap hari ulang tahun adalah momen yang spesial, oleh karena itu layak untuk dirayakan atau paling tidak kita memberi ucapan selamat ulang tahun.
Ulang tahun saya kemarin dibuatkan pesta ultah oleh teman-teman MHB UGM, waah....betul-betul surprise!! Terima Kasih teman-teman.... Dewi,Nina, Ivana, Kikis, pak Herry,pak Agung, Adit, Dwi, dll.
Dan saya juga masih menyimpan ”telegram indah” dari Ima sahabatku, pada tahun 1993 saat mengucapkan ulang tahun. Makasih ya Ima....sayang telegram indah sekarang sudah menjadi kenangan karena telah tutup usia, digantikan dengan sms yang tentunya lebih praktis.


Ini juga telegram dari mami dan papi saat ulang tahun.Mami memang selalu memperhatikan tiap kami ulang tahun, dan tak pernah melupakan untuk selalu memberi ucapan. Terima kasih mam.....

Kamis, 01 Mei 2008

Yang Lain dari mas Hudi

FOTO KECEMBURUAN

Entah apa yang menyebabkan sejak pertama Caysa melihat foto ini, Caysa langsung tidak suka dan marah. Seakan-akan Caysa menunjukkan rasa cemburu pada papanya. Padahal foto ini hanya kebetulan saja diambil saat papanya berada di pedalaman Kutai, karena papanya tidak mengenal juga ibu yang bersama-sama naik motor laut ini.



MAS HUDI PAKAI BLANGKON,

Sejak menikah, saya tau betul suami saya tidak terlalu merasa nyaman jika harus menggunakan pakaian adat Jawa. Makanya waktu kami mengadakan resepsi di Yogya pun tidak menggunakan pakaian Jawa. Tapi karena menjadi panitia perkawinan, maka mau gak mau mas Hudi mau juga berbusana Jawa. Hehe.....ini baru namanya mas Hudiyanto!!!


Selasa, 29 April 2008

Papi bersaudara







Keluarga Papi.
Foto ini diambil tahun 1990, saat papi bersaudara masih lengkap. Masih ada papi sebagai anak tertua, kemudian Puang Sule,Puang Naidah,Puang Agus dan Puang Nurhani (tapi aku lebih akrab memanggil mereka dengan tante dan om), termasuk juga masih sehat Puang Kadir (suami puang Nurhani). Sekarang suami istri yang masih lengkap, tinggal papi dan mami), karena Puang Kadir, Puang Sule, dan Puang Tatik serta Puang Nenek yang sangat kami cintai. Semoga arwah-arwah para pendahulu kami itu diterima di sisi Allah, dan kami selalu mengingat mereka sebagai pribadi-pribadi yang membentuk kami sebagai pribadi yang tangguh. Sekali lagi…… Allahummagfirlahum…….

Senin, 21 April 2008

Bapak-bapak kami di Baturetno

Menjalin silaturahmi dengan orang tua teman bagi kami teman-teman di Pabelan, sudah semacam "keharusan". Kami mencoba akrab bukan hanya dengan teman kami iyu, tapi juga dengan orang tuanya serta saudaranya. Akibatnya kami seperti punya banyak orang tua dan takkan merasa asing jika tinggal di rumah teman kami.
Di Baturetno, ada pak Bardus Safaat, bapaknya Yuni serta adik-adiknya Yuni, Ahsan dan Daris.Jadi kalau kami ke Baturetno, sudah bukan seperti tamu, walau saya yakin juga pasti bu Bardus "kerepotan" karena harus menyiapkan hidangan.Dan tentunya hidangan itu kami santap senyaman-nyamannya karena menunya "khas" sayur lombok hijau. Mirip makanan gunung kidul. Dan kemarin seperti biasanya, sayur lombok hijau itu terhidang panas-panas, plus nasi yang dibungkus daun jati. Nikmaaaaat!!!
Kemarin saya juga sempat silaturahmi dengan pak Somad (bapaknya mbak Tatik), kakak kelas saya di Pabelan. Wow....senang banget, walau gak ketemu mbak Tatik (karena mbak Tatik sekarang di Tegal), yang penting ketemu bapaknya. Masih teringat kami ambil kedondong di depan rumah mbak Tatik. Sayangnya menurut pak Somad, kedondong itu sudah ditebang. Kalau gak...tentu kemarin cari galah dan metik lagi!!

Kamis, 17 April 2008

Ima Sahabat kami


Ima......Imoy.....Gimana kabarnya? Kami merindukanmu Moy.............

Mas Hudi dengan Baju "dinas"


GAYA MAS HUDI,
Hanya berkaos dalam, bercelana pendek, adalah menjadi “baju dinas” suamiku jika mau kerja bakti di rumah (bersih-bersih rumah atau cuci mobil), akibatnya….hampir semua kaos dalamnya ada nodanya. Udah berkali-kali diminta untuk pakai kaos oblong, biar kaos dalamnya gak kotor, tapi tetap aja gak pernah digubris. Ya udah deh….mungkin memang mas Hudi merasa nyaman dengan berbusana “dinas” seperti ini. Hanya konsekuensinya saya harus sering-sering beli kaos dalam untuk mengganti yang rusak/kotor karena sering berubah fungsi menjadi “baju dinas” kerja bakti.

Sabtu, 05 April 2008

Asya Gendut Keriting



Asya….Ndut!! Itu kesan pertama ketika menatapnya. Wajar…..karena tak pernah istirahat mengunyah. Apa aja dimakan, dan semuanya mau dicicipi. Akibatnya berat badan makin nambah. Untuk ukuran anak 3 tahun, ini memang menggemaskan.
Kalau telpon ke Yogya, tak ada omongan lain selain pesan makanan Yogya, emping,kacang mete,salah,bakpia itu sudah seperti “rekaman” yang selalu terucap. Alhasil tiap ke Jakarta, harus bawakan pesanan khusus dari si Asya yang gemuk dan keriting.

Jumat, 04 April 2008

Aji sang manager menu


Hai Aji....
Sebagai "manager menu", hari ini apa menu yang disiapkan untuk bapak ibu?
Kreatif banget...dan tentu punya selera cita rasa yang tinggi membuat Aji bisa begitu.
Aji, tante Lily dibantu dong....karena kadang karena sudah terburu-buru, semuanya dipasrahkan ke mbok di dapur.
Oke Ji....ditunggu daftar menunya ya....
Ohya...minta ke bapak dan ibu, tambah adik ya...biar Aji gak sendirian di rumah. Gak enak kan? Apalagi besok kalau sudah masuk SD, pasti teman-teman sekolahnya banyak yang tidak anak tunggal seperti Aji. Oke Ji...pesan ini diingat-ingat ya sayang..
(Aji adalah anak dari sahabat saya mas Hano dan mbak Ayu)

Kamis, 03 April 2008

Kebersamaan Alhidayah



"Alhidayah"
Bertahun kami bersama
Meniti hari dalam ikatan asrama
Menaungi jiwa dengan ikatan agama
Mencari makna dalam kebersamaan

Jarak terbentang
Tak memupus semuanya
Kita mencoba meretas sersama
Menjalin ikatan itu dalam reuni
Semoga silaturrahmi ini tetap terjalin

Rabu, 02 April 2008

Spesial untuk Den Bagus Hano




Terima kasih doanya....dan biar didoakan lagi, ini aku posting lagi....Just for mas Hano.

Minggu, 30 Maret 2008

mBaK DaRmI WaNiTa KuAt


MBAK DARMI WANITA KUAT,
Penyakit kanker rahim mengrogoti mbak Darmi sejak pertengahan 2003, tapi itu tak membuat mbak Darmi putus asa, optimisme serta sugesti yang dibangun yang kadang orang yang melihat meneteskan airmata tak membuat mbak Darmi melemah.

Setiap melihatmu, hati saya tak tega.....penderitaanmu begitu berat, tapi sama sekali tak ada keluahan di raut wajahmu. Setiap rasa sakit itu menyerang.....mbak Darmi hanya berzikir....dan berzikir.....Masya Allah....aku kagum dan merunduk....betapa sabarnya mbak Darmi menerima semua cobaan ini,

Dalam keadaan lemah.....mbak Darmi selalu menanyakan Abil, Vansa dan Caysa dan jika saya sudah terlalu lama di RS menengok, mbak Darmi justru meminta kami pulang karena telah berulang kali ditelpon anak-anak. Dan semua anak-anak punya kesan tersendiri bagi mbak Darmi.

Mbak, ketika mas Concon menikah dan semua keluarga ke Malang untuk menghadiri pernikahan mas Concon, saya memilih untuk menemani mbak Darmi. Keharuaan yang sangat dalam ketika kemudian mas Concon sebagai anak tertua dan anak pertama memohon restu. Linangan air mata tak bisa mbak Darmi bendung, ya......mbak Darmi sangat haru dan bersujud syukur. Mbak.....detik demi detik pernikahan mas Concon engkau ikuti walau hanya lewat telpon. Tapi keharuan itu....keharuan seorang ibu dan restu yang sangat bernilai.

Saat Allah memanggil mbak Darmi.....ya Allah....engkau telah memanggil makhluk terbaikMu, dengan sugesti yang ada mbak darmi bertahan dan terus bertahan sampai tak kuasa.............
(Foto ini diambil saat lebaran terakhir, dan tiap lebaran saya selalu berdoa untuk bisa bertemu lebaran kemudian, dimana bisa bersilaturrahmi lagi. Ternyata sudah 1 tahun saya melewati lebaran tanpa mbak Darmi)

TANTE TATY TAK TERLUPAKAN



Hari ini telah empat bulan tante meninggalkan kami, meninggalkan orang yang mencintai tante, meninggalkan kami yang selalu merindukan untuk menuju ke sang empunya semua yang ada.

Tak dinyana, ternyata kanker serviks yang tante idap, membuat hari-hari tante diisi dengan pergulatan melawan kanker, pergulatan untuk menggapai kesembuhan dengan berbagai daya dan upaya, tapi sayang....semua hanya bisa pasrah ketika Allah SWT berkehendak lain.

Saat pertama mengetahui tante sakit, saya masih “optimis” bahwa tante masih diberi kesempatan bersama kami paling tidak 5 tahun. Ya....optimisme dengan doa, karena ada saudara suami yang kondisinya lebih buruk dari tante, masih bisa bertahan 5 tahun. Tentu dengan pengobatan yang dilakukan yang notabenenya melebihi apa yang dilakukan oleh keluarga suami, rasanya optimisme saya ini sangat beralasan.

Tapi itulah hidup......kita tak tau apa yang akan terjadi, karena di malam tanggal 13 Nopember 2007 lalu daeng Didi menelpon saya dan mengabarkan kalau tante telah meninggalkan kami selamanya. Ternyata tanggal 19 Agustus 2007 adalah pertemuan kita terakhir, tapi saya yakin kenangan bersama tante akan terbawa selamanya.

Selamat jalan tante.....semoga kedamaian bersamamu.

Sabtu, 29 Maret 2008

2 Gadis Kecilku



Vansa dan Caysa 2 gadis kecil dengan 2 karakter yang berbeda, tapi sangat asyik… Mereka kadang bersahabat dan kadang bermusuhan melebihi panasnya hubungan Iran dan Amerika.

Vansa lebih diam, dan cenderung introvert. Sangat tekun dalam mengerjakan sesuatu, dan selalu menginginkan sesuatu yang sempurna. Sangat perfeksionis!!
Caysa lebih hangat, dan sangat percaya diri, mudah bergaul dan sangat kompromis.

Aku membayangkan mereka menjadi pasangan bersaudara yang sangat ideal, karena banyak hal yang “dipendam” oleh Vansa, tapi oleh Caysa hal yang dipendam bisa dimunculkan dengan sangat elegan, sehingga semua masalah bisa terselesaikan.

Berbeda dengan Caysa yang seakan-akan hidup ini tanpa beban, dengan PD nya menjalani keseharian, tanpa beban jika belum menyelesaikan PR dan punya banyak sahabat. Semua rasanya indah…. Caysa bisa berbicara dan benyanyi bersama di telpon dengan temannya. Mau bergaul dengan teman-teman sekitar rumah. Kamar adalah kamar bersama, jadi jika ada yang menempati kamarnya, dengan senang hati Caysa berpindah. Hati Caysa begitu lapang.

Aku berharap keduanya dalam kedamaian selamanya. Amien……

Sakit papi






Rasa haru yang sangat dalam ketika saya melihat begitu banyaknya perhatian kerabat, murid-murid dan reman-teman papi saat papi sakit. Saya sebagai anak yang keseharian tidak menemani papi di Manado sangat panik ketika tahu papi sakit, apalagi ternyata papi tidak mau dibawa ke rumah sakit. Saya mencoba menelpon beberapa Rumah sakit yang ada di Manado, berharap ada pengobatan di rumah, ternyata tidak ada,

Dan ternyata kerabat-kerabat di Manado begitu cekatan dan membawa segera papi ke Rumah Sakit… Terima Kasih pak Aly, kak Kartini Lanes, Cik Hindun, oom Hasan, kak Syahril Sumaila, Mak Cong, Cik Hasnah, dan semuanya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

Setelah di Rumah sakitpun perhatian dan kunjungan dari kerabat, sahabat tak berhenti sepanjang hari… Ini menjadi support bagi papi untuk cepat sembuh. Hampir setiap malam bapak-bapak pengajian mesjid Al-Munawarah Tuminting selalu datang untuk berdoa, demikian juga ibu-ibu dari berbagai majelis Taklim,khususnya ibu Rusni.Masya Allah…..sebagai anak yang jauh dari orang tua, saya haru dan berdoa Semoga semua amal kebajikan bapak dan ibu diterima.

Terima Kasih juga khususnya saya sampaikan kepada Bpk. H.Sofyan Alwie Lahilote, karena di antara kesibukan beliau sebagai hakim tinggi Di Pengadilan Tinggi Agama Manado, masih menyempatkan diri untuk datang, demikian juga pada Syarifah Jama….semoga persahabatan kita tetap abadi.

Tak terlupa juga kepada Bapak Fauzie Nurani, yang berkali-kali menyempatkan diri untuk datang, Sekali lagi Terima kAsih untuk semuanya…. Terasa betul bahwa kerabat, sahabat itu memang sangat bernilai.