Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2008

Bu Ulfa masuk koran

Hari ini kantor "heboh", karena bu Ulfa hakim senior kita masuk koran Tempo. Tadi tanpa sengaja waktu baca koranTempo, saya lihat ada bu Ulfa (yang berjilbab biru) ada di koran. Ya..kemarin waktu pulang kantor bu Ulfa memang ngomong jika mau ke pasar kaget, mau cari makanan untuk buka sahur.
E...ternyata tak disangka hari ini masuk di koran, rupanya dalam kerumunan orang yang belanja, ada wartawan koran tempo yang meliput, jadilah bu Ulfa kena jepretan. Cepret !!!

Waktu tau dirinya masuk koran, bu Ulfa yang periang itu langsung membawa koran dan memperlihatkan ke teman-teman. Waah....ini baru kena cepretan yang tidak berhadiah, gimana kalau kena cepretan yang dapat hadiah ya? Pasti bu Ulfa lebih heboh lagi ya???

Sabtu, 09 Agustus 2008

KAOS DAGADU PALSU

Kaos yang dipakai temanku ini emang Dagadu palsu, tulisan dan designnya memang "niru" dari design Dagadu. Memang di Yogya, jika tidak hati-hati akan "tertipu" dengan kaos Dagadu yang palsu, yang memang peredarannya dari ujung utara sampai ujung selatan malioboro.

Akibatnya apa? (maaf) tukang becak-tukang becak selalu menawarkan untuk mengantarkan di tempat kaos Dagadu (tentunya yang bukan asli), termasuk pada mas Hano ini, dan ketika mas Hano menolak, kaos yang dipakai mas Hano langsung dikomentari tukang becak: "iiih....palsu", hehe.......kacian deh lu mas Hano, makanya kalau mau pake Dagadu, yang asli-asli aja!!!

MAKAN GUDEG DI JALAN WIJILAN


Hari Sabtu dan Minggu kemarin (2,3 Agustus 2008) kemarin, saya kedatangan sahabat dekat saya, mas Hano (tapi di hp saya saya tulis DBH alias Den Bagus Hano). Hari Sabtu, karena waktu kami sama-sama terbatas, kami hanya sempat bertemu di J&C, ya.....maklum juga karena hari Sabtu "hari keluarga" (hehe....mas Hano gak boleh sewot dan ngakak kalau baca ini), jadi saya punya 2 jam untuk ketemu (lumayan kan den?), hehe......

Nah....hari Minggu, kita janjian untuk makan siang dan nyari oleh-oleh, untuk eyang bu, ayu, aji dan"ehem". Aku sebenarnya gak kuatir-kuatir banget "biarkan" mas Hano di Yogya, karena Yogya bukan daerah asing baginya.
Udah deh......setelah mas hano dapat oleh-oleh, aku baru nyusul di Mirota Batik, untuk makan siang.
Ealah.....kok yang dipilih "gudeg wijilan", payah deh!!! Maklum....aku gak terlalu doyan, apalagi saat itu lagi gak mood untuk makan gudeg. Tapi demi "menghormati" tamu, aku ikutin aja.

Apa jadinya? Setelah hidangan gudeg ada di depan mata, saya harus meminta "sepiring" cabe agara gudeg itu bisa masuk mulut. Alamaaaaak........manisssssss banget!!!!
Untuk setiap suapan, harus ada potongan cabe yang yang menyertai, kalau tidak??? Mana bisa ketelan???

Tapi gimana dengan mas Hano? alah....alah......doyan bangeeet!! Nambah lagi!!! Hehe..... saya sampai geleng-geleng!!! Tapi itulah mas Hano, kalau makan memang "ndemenake"!!! Bravo ya DBH!!!

Senin, 12 Mei 2008

Mas Hano dengan warna


Jalan-jalan tentu hal yang menyenangkan, tapi gimana kalau yang jalan-jalan itu mas Hano yang "semi" buta warna? Hehe....betapa tak nyamannya.
Waktu kami kuliah dulu, kami sering jalan-jalan dan window shoping, dan dengan sengaja saya dan Ima suka godain mas Hano tentang warna-warna baju maupun sepatu serta barang-barang yang terpajang di toko. Dan pastiiiii deh jawabannya melenceng. Hehe.... Entahlah, apa "semi" buta warnanya masih diidap sampai sekarang atau sudah ada perbaikan, aku gak tau karena sudah gak pernah "godain" lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan warna.

Jumat, 09 Mei 2008

SELAMAT JALAN PAK RUSDAN....

Pak Rusdan...toga saya mana? Pak Ru, kunci meja saya kok ngadat ya? Pak Rusdan, pulpen saya kok seret ya? Pak Rus.....Pak Rus.... tolong dong.....!!
Ah....sekarang kalimat-kalimat ini sudah tak mungkin lagi keluar dari lisan saya, karena sejak 1 Mei 2008, pak Rusdan memasuki purna tugas.
Waah...terasa sekali keberadaan pak Rusdan di tengah-tengah kami. Membantu membawakan berkas selesai sidang dan mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran sidang, bahkan di luar itu dengan senang hati pak Rusdan akan membantu.
Selamat memasuki masa purna tugas pak, semoga setelah kembali di tengah masyarakat keberadaan pak Rusdan lebih banyak berarti. Terima kasih atas bantuan pak Rusdan selama ini bagi saya, semoga semua mendapat pahala dan semua sangat berarti bagi saya dan akan saya kenang selamanya.
Sekali lagi terima kasih pak Rusdan.....

Selasa, 22 April 2008

Fadlun Budi Sulistyo Nugroho

























Budi Sahabatku...

Kami saling mengenal sejak kuliah perdana
Merajut hari bersama di kampus dan luar kampus.
Keluarga berbaur menjadi satu.
Sahabat Budi juga sahabat kami

Saat kuliah
Intensitas kita bertemu hampir setiap hari
Kita bersama dalam senat mahasiswa
Kita bersama pada waktu luar kuliah

Saat kita dirudung masalah,
Kita saling mencoba mengurai
Untuk melerai benang kusut
Menjadi alur yang indah

Bicara dengan Budi menghasilkan keteduhan
Bercerita dengan Budi akan mendapat ketentraman

Saat ini, waktu telah berganti
Kita masih dekat
Walau dengan intensitas yang kurang
Tapi kekentalan yang tak mencair
Dan ini akan kita pertahankan.

Senin, 21 April 2008

Satu tempat berganti pasangan






































Begini nih kalau Yuni, Fatra dan Lily sudah ketemu. Apalagi kalau sudah bawa kamera. Main ceprat-cepret aja... Termasuk waktu di rumah Yuni di Baturetno.

Mungkin sudah “gawan bayi” senang difoto, walau sadar banget wajah bukan foto genic, tapi kalau sudah di depan kamera, main ceprat-cepret aja. Alhasil karena gak punya orang lain yang bisa dimintakan tolong untuk motret, maka jadilah gonta-ganti pasangan! Hehe…. Dan mungkin rasa seninya kurang, e…..backgroundnya ya….itu-itu aja!! Alamaaaak…

Bukan hanya bacgroundnya yang monoton, tapi foto-fotonya tanpa ekspresi kecuali senyum…nyum…nyum…. Mungkin waktu kita lagi di foto, lupa salah satu iklan di tv:
dimana ekspresinya….mana?...mana?.....

Sudah gitu, senyumnya semua hanya dikulum..... wajar sajalah....kami kan gak pernah dapat ilmu "depan kamera".

Waktu kami satu sekolah ilmunya: Mahfudhot,Hadits,Diyanah..dll. Setelah misah di perguruan tinggi juga, Fatra dan Yuni di filsafat, dan aku di fakultas Hukum. Mana ada ilmu "perfotoan". Ya...tapi lumayan untuk dinik mati sendiri.

Kamis, 17 April 2008

Budi dan mas Hano



Budi dan Mas Hano,
Kalau kami sudah bertemu…..rasanya 4 jam itu kurang!!! Karena obrolannya bisa ngalor-ngidul, semua diperbincangkan!! Mulai model baju, sampai bus kota.
Aku senang kalau bisa ngorol dengan mereka, karena selalu memberikan pencerahan yang mengurangi beban, dan pengendalian jika itu berlebihan.

Mereka sahabat yang sangat dekat,kami terbiasa membagi cerita. Ini berlangsung sejak kami kuliah smester pertama. Saat kuliah kita belajar bareng, jalan bareng, nonton bareng, dan berantem bareng (???) hehe….kadang-kadang. Tapi itu semua sebagai bumbu “persahabatan muhrim”kami. Karena kami akan saling membantu jika salah satu dari kami ada yang dalam kesusahan,kami akan menjadi pelabuhan akhir jika salah satu dari kami diterpa badai.

Walau kini kami berpisah dan profesi kami berbeda, ini tidak melunturkan ruh “persaudaraan muhrim”kami, walau intensitasnya berkurang, tapi hati kami tetap terpaut erat. Terima kasih Allah, telah mempertemukan kami…………..

Senin, 14 April 2008

Dari Den Bagus Hano

Inilah Den Bagus Hano yang "multi relasi" denganku. kadang menjadi teman, kadang menjadi konsultan, ini kami jalani sejak pertemuan pertama saat mengikuti penataran P4 mahasiswa baru di UII. Profesi dan jarak yang "memisahkan" kami, tapi sering saya di email hal-hal yang lucu,menggelikan atau untuk sekedar iseng. Nah untuk kali ini ada yang agak "berbobot", sehingga saya ingin memposting, biar ini punya nilai untuk saya atau siapa saja yang sempat membacanya.

Did I Marry The Right Person?
Cerita di bawah ini sangat bagus, bagi yang masih single maupun yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita ini bisa jadi guide line untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani."Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?"Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?" Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab "Ya.. tergantung.Apakah pria disebelah anda itu suami anda?"Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!""Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini."Inilah jawabannya...
SETIAP ikatan memiliki siklus.Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat begitu menyenangkan.Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan.Nggak perlu berbuat apapun.. Makanya dikatakan "jatuh" cinta...Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta".Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu sajapada anda. Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan.Tapi...setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akanpudar. Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya nggak selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat yang ada.Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu.Namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Nah Lho!Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cintayang pernah terjadi, anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan ituakhirnya kandas. Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan di luar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, menginkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV hingga merasa bosan, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.Tapi tahu tidak?! Bahwa jawaban atas dilema ini tidak ada di luar,justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri. Mencaripelarian?? Silahkan. Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda mencari pelarian. Mungkin pada saat itu anda akan merasa lebih baik.Tapi itu bersifat temporer, karena setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).Karena (pahamilah dengan seksama hal ini)KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, DAN TERUS MENERUS..!Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan. Cinta TIDAK AKAN PERNAH begitu saja terjadi. Kita tidak akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya, tapi kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.Benar juga ungkapan "diperbudak cinta" Karena cinta itu BUTUH waktu,usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK.Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.Cinta bukanlah MISTERI.Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fĂ­sika (seperti gaya Gravitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat. Beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH". Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN...!" Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengancara yang sempurna ".

Kamis, 10 April 2008

MEREKA YANG BERADA DI BALIK SIDANG

Inilah teman-teman bagian pengetikan di kantor. Tanpa mereka, salinan putusan akan tertunda sampai di tangan para pihak yang berperkara.
Tugas mereka gak mudah,dengan dengan perkara yang tidak sedikit, belum lagi jika hakimnya menyerahkan konsepan putusan mepet waktu pengambilan. Makanya seharian kerjanya hanya mengetik,mengetik dan mengetik. Kalau masuk ke ruang pengetikan, bukan hanya urusan menyerahkan salinan putusan, tapi kadang “info terkini” tentang dunia gaul bisa kita dapatkan disini. Maklum, mereka tenaga-tenaga muda, jadi kalau masuk dan gobrol, seakan-akan masih umur 17 tahun juga.

Kadang aku kasian juga, karena tulisan kami kadang-kadang asal coret aja, entah masih bisa terbaca, atau harus pakai ilmu telepati agar bisa membacanya. Kalau mereka sudah “jungkirbalikkan” konsep putusan dan masih juga belum bisa terbaca, baru mereka datangi kami untuk menanyakan apa yang tertulis di kertas.
Karena telah bertahun-tahun melayani kami, maka mereka juga lama-lama akrab dengan gaya bahasa masing-masing hakim dalam membuat putusan. Bisa-bisa mereka lebih ahli membuat putusan karena terbiasa membaca putusan dari beragam hakim.


FAJAR
Paling ganteng sendiri, karena seruangan dengan wanita.Seringnya saya bertemu saat sarapan. Karena kalau gak sempat sarapan di rumah, saya sarapan di kantin kantor.Disini saya “ditemani” mas Fajar yang juga sama-sama belum sarapan. Banyak yang bisa kita obrolkan dengan mas Fajar ini, mulai masalah mobil ngadat, hp, cewek cantik, dll. Pokoknya mas Fajar menjadi “guru” bagi saya.

WIN
Waah…..ini sering menjadi “ojek” ku dari kantor ke karet (tempat menunggu bus ke Yogya). Maklum, jam pulangnya mbak Win untuk menyusui bayinya sering bersamaan dengan jam pulangnya saya. Alhasil, walau mbak Win sudah di atas motor, masih harus nunggu saya berkemas-kemas. Dan plok. Aku langsung duduk manis di atas motor Mio nya mbak Win, mengantarkan aku ke karet, mengantarkan aku istirahat siang di atas bus menuju Yogya.

YUNI,
Ini anak ragilnya kantorku. Karena bukan hanya badan dan wajahnya yang imut-imut, tapi memang umurnya paling muda. Tapi tentu paling senior dalam urusan ketik mengetik, dan minim dari kesalahan. Ini yang aku kagumi. Aku yang memlototi tuts aja sering salah, e….. Yuni tanpa melihat bisa sempurna. Salut Yun!!!

HARI-HARI ”MENYESAKKAN” BAGI PAK HALIM.

Tugas Panitera Pengganti memang membantu Majelis demi kelancaran sidang. Mempersiapkan ruangan, sampai dengan mencatat proses persidangan. Pokoknya peran mereka sangat berarti!! Hakim juga sangat tergantung dengan panitera pengganti. Seperti dalam blog saya sebelum ini, yang namanya pak Halim ini, benar-benar penuh pemakluman. Entah alasannya banyak salinan putusan yang mau diambil, dan sederet alasan sebagai “legalitas” kerjaan-kerjaaannya yang “tertunda”. Kami-kami yang selama ini sudah bergaul cukup lama dan menjadi “team” yang cukup solid, paling-paling senyum jika datang dan membawa perkara yang harus segera dikonsep sementara waktunya mepet.
Usilnya juga gak hilang-hilang. Kadang telpon saya bunyi, yang angkat pak Halim. Hehe….Kasian kalau yang telpon teman yang gak tau persahabatan di kantor kami yang begitu cair. Paling-paling waktu yang angkat pak Halim, langsung dimatikan. Dan saya akan segera menelpon balik sambil meminta maaf atas ulah isengnya pak Halim.
Nah…. Sekarang kena batunya!! Ada pergantian majelis, kebetulan ketua majelisnya hakim baru masuk Mungkid. Waaah……tiap hari kerjaan pak Halim dianggap kurang inilah…kurang itulah…membuat dada pak Halim semakin sesak!! Kami hakim yang selama ini penuh pemakluman, hanya senyum-senyum aja dan berlalu sambil menggoda: “Pak…tolong BAP nya diketik lagi…ada yang kurang”


Senin, 31 Maret 2008

Mas Adib yang saya kenal



Kita pertama bertemu saat saya memasuki sekolah dan kuliah di Yogya, kita menempati satu lingkungan tempat tinggal di Terban GK V/210, saya tinggal di asrama Al-Hidayah dan mas Adib di kost pak Jumal yang juga pemilik Al-Hidayah.

Walau kita satu kost, tapi kita jarang komunikasi, karena semua sibuk. Mas Adib menjadi “dokter muda” dan banyak berkutat di RS, sedangkan saya sibuk-sibuknya menjadi mahasiswa baru di UII.

Keakraban kami justru terjalin saat jarak membentang begitu jauh, mas Adib di tempatkan di Puskesmas Saketa Kecamatan Gane Barat, Kab Maluku Utara. Seru dan mengasyikkan, karena dengan keterbatasan yang ada, komunikasi mengalir bagaikan derasnya sungai bengawan solo. Mas Adib bercerita tentang “WC terpanjang” masyarakat yang pertama kali menikmati televisi dan keasyikan baru membenahi kantor puskesmas.

Ternyata Maluku Utara memang menjadi “tanah air” kedua bagi mas Adib, karena kemudian mas Adib menyunting gadis Ternate dan saat ini sudah dikaruniai 4 orang anak. Sukses selalu dan Kebahagiaan selalu bersama ya mas......

Minggu, 30 Maret 2008

Nina Yang Cantik



Sejak pandangan pertama pancaran yang muncul dalam diri Nina adalah pancaran kebaikan,kebijaksanan dan kesabaran.
Dan ini memang terbukti, karena dengan perjalanan waktu justru aku melihat banyak hal pada diri “adikku” ini.

Sangat bijaksana ketika menghadapi masalah dan sangat sabar ketika ditempa persoalan dan bisa menjembatani semua silang pendapat sehingga bisa menghasilkan keharmonisan yang elegan.

Nina,teman kuliah di kampus.Awalnya aku heran juga, sebagai sarjana teknik sipil, untuk apa mengambil magister hukum. Tapi ketika Nina mengemukakan alasannya. Aku akhirnya berkata :O........sambil mantuk-mantuk. (dan ini cukup untukku...)

Pak Halim, rekan kerja yang penuh pemakluman



Sebenarnya saat ini saya tak punya hubungan kerja lagi dengan pak Halim. Karena sudah beberapa kali perombakan majelis, sehingga pak Halim (Abdul Halim) sudah gak membantu majelis kami.

Tapi walau begitu, rasanya pak Dul (panggilan lain untuk pak Halim) masih saja dengan ulahnya yang lamanya yang suka “panggil” saya untuk bersidang di majelisnya, yang membuat orang lain hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.

Beban kerjanya memang cukup banyak, sehingga tak jarang tugas pokoknya sering terabaikan. Sudah saatnya sidang, BAP sidang sebelumnya belum diketik (apalagi dulu pak Halim belum mahir menggunakan komputer), relas panggilan sidang belum ada dalam berkas, atau sudah saatnya salinan putusan harus diambil tapi majelis belum sempat mengonsep. Ah....pokoknya penuh pemakluman!! Karena pak Dul sendiri tau betul apa yang menjadi kesalahannya, jadi sebelum menemui hakim, wajahnya sudah cengar-cengir duluan, udah deh....kalau udah begitu, pasti ada maunya!! Dan jelas tentu salah momen kalau mau “dimarahin”, wong orang senyum-senyum dimarah. Hehe...

bU eNDANG sRI sUBEKTI



Tak terasa sudah berapa tahun kita terpisah karena proses mutasi pekerjaan. Tapi ternyata kesan tentang bu Endang masih sangat membekas.
Bu Endang seorang ibu rumah tangga yang sangat care terhadap suami dan anak-anak dan tentu bertanggung jawab dengan beban pekerjaan yang diembannya.
Sebagai Panitera Kepala, tanggung jawabnya memang sangat berat, apalagi di kantor kami yang perkaranya setiap bulan lebih dari seratus. Wow....

Kadang aku kasian lihat bu Endang, yang mulai sepuh, tapi harus memikirkan dan mengerjakan banyak hal, belum lagi berat badannya yang untuk ukuran umum “tidak kurus” (baca;gemuk) tentu terengah-engah untuk bergerak dari satu titik ke titik lain. Tapi alhamdulillah semua bisa dikerjakan dengan baik.

Yang membuatku sangat berkesan, bu Endang selalu menyempatkan diri untuk membawakanku sesuatu. Nyaris ada aja yang dibawakan, mulai lauk, kue, atau souvenir-souvenir jika bu Endang bepergian. Sampai-sampai teman-teman hakim suka iri karena hanya anggap aku yang selalu rajin dibawakan. Walau sebenarnya bu Endang juga cukup care dengan teman-teman yang lain.

Tas sekolah yang diproduk anaknya dan diberikan untuk Abil, ternyata memang sangat “pas” dengan Abil, jadi tas itu sering dipakai untuk ke sekolah. Demikian juga tas mukena yang sebenarnya ditujukan ke saya, tapi justru sering dipakai Vansa karena memang menarik.

Ah....bukan itu semua yang abadi di benakku, tapi kekerabatan dan persaudaraan kita yang merekatkan semuanya. Terima kasih ya bu atas semuanya.....

Lily